FOREIGN EXCHANGE TRADING
Udah pernah coba main valas! sering kali kita denger orang lain atau teman kita yang ngomong soal ini dan umumnya asosiasi kita ini jenis investasi yang memerlukan modal yang besar, waktu yang banyak dan resiko yang tinggi. Apa benar demikian?……… jawaban saya relatif.
Bisa ya benar! kalau kita memang berorientasi pada keuntungan saja: money, money and money. Jangan heran kalau kita denger ada orang bunuh diri gara-gara rugi main valas, ada lagi yang depresi karena sudah rugi, waktu mereka habiskan 24 jam hanya untuk trading dan paling banyak menurut survey dari para psikiater, kalau lebih dari 90% trader itu mengalami gangguan fisik dan psikis karena mengalami kerugian yang luar biasa dan kelelahan fisik. Hal itu 99.999% sangat mungkin terjadi kalau kita tidak ingin belajar sesungguhnya bagaimana melakukan trading yang baik.
Bisa belum tentu! karena pada dasarnya pemain valas yang sukses tidak berorientasi pada keuntungan semata melainkan bagaimana melakukan trading yang baik. Ingat trading yang baik itu bukan berarti terus-terusan untung dan 24 jam didepan komputer menganalisis indikator-indikator pergerakan mata uang yang diperdagangkan melainkan bagaimana dapat memaksimalkan profit dan meminimalisir loss tanpa harus menghabiskan banyak waktu melakukan analisis teknikal dan fundamental. Mengutip ucapan Alexander Elder dalam Trading for A Living, “The goal of a good trader, paradoxically, is not to make money. His goal is to trade well. If he trades right, money follows almost as an after thought. Successfull trader keep honing their skills. Trying to reach their personal best is more important to them than making money”
Sebagai orang yang merupakan lulusan dibidang teknik, saya sendiri pada awalnya tidak pernah tertarik untuk belajar yang namanya Valas, Indeks, Komoditi dan sejenisnya, karena yang ada dipikiran saya itu urusan orang-orang ekonomi dan keuangan. Ketertarikan saya pada ilmu trading ini justru karena orang yang dituding oleh mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad sebagai yang bertanggung jawab terhadap Krisis Ekonomi yang melanda Asia di tahun 1998 yaitu George Soros. Saya cuma tau kalau Soros itu seorang spekulan tanpa tau sebetulnya siapa sih George Soros itu. Kebetulan hobby mengunduh ebook yang bagus saya mendapatkan beberapa buku karangan Soros antara lain berjudul ‘The Alchemy of Finance’ , ‘ The Crisis of Global Capitalism’ dan ‘The New Paradigm for Financial Markets: The Credit Crisis of 2008 and What It Means’ disitu Soros mengemukakan ide-ide sosial ekonomi mengenai Reflexivity vs Equilibrium dan Open Society. Ide-ide ini berusaha menjelaskan mengapa krisis finansial terjadi dimulai dengan Black Wednesday pada tahun 1992 di Inggris, lalu Asian Financial Crisis di tahun 1998 dan sekarang puncaknya Suprime Mortgage Crisis di Amerika Serikat yang menjalar kepada krisis Global.
Menurut Soros krisis global ini sudah diprediksinya 25 tahun lalu dan pada tahun 1998 saat krisis finansial di Asia semuanya tampak makin jelas dan menurutnya hal ini disebabkan oleh pandangan ekonomi yang kurang tepat bahwa pada dasarnya pasar dapat mengatur dirinya sendiri dan akan selalu menuju pada keseimbangan. Secara teori kliatannya hal ini sesuai dengan ilmu alam seperti analisis struktur saja dimana dikatakan equilibrium harus dipenuhi. Soros mengungkapkan bahwa equilibrium hanya tercapai pada kondisi pasar yang statis namun untuk kondisi pasar yang berubah/dinamik, near equilibrium saja yang mungkin tercapai (kalau dalam matematik ya menuju nol tapi tidak sama dengan nol begitu kali ya). Soros memberikan aksioma atau postulat baru (alasan saya mengemukan ini sebagai aksioma dan bukan teori karena memang perlu dibuktikan dan juga karena gak akan ketemu ini kalau belajar ekonomi di kuliahan gitu kali ya) yang dinamakan Reflexivity dimana pasar memiliki ketidaktentuan sehingga keseimbangan sulit tercapai (kaya uncertainty principle di mekanika kuantum ya).
Ruwet baca bukunya Soros namun bagus untuk memahami secara filosofis mengenai pasar dan keuangan secara global. Tentunya seorang trader perlu membangun sense yang memadai seperti halnya George Soros. Fenomena-fenomena di dunia ekonomi, keuangan dan sosio-politik kadang lebih sulit dijelaskan secara teori dan bahkan pada kondisi tertentu melanggar hukum-hukum dasarnya.
Bagaimana menjadi trader yang baik? Tidak sulit sebetulnya, namun perlu usaha keras. Bagi orang teknik sipil seperti saya ya jadi seperti kuliah S1 lagi, ngambil 12 sks lah seminggu. Saya sendiri masih dalam proses belajar karena baru beberapa bulan mencoba main forex secara online (beberapa bulan sebelumnya belajar proses transaksi keuangan secara online) . Profitnya pun belum dapat dirasakan tapi tentu itu bukan target utama melainkan proses belajar menuju Trader sejati yang menjadi passion saya saat ini.
Ada beberapa point penting untuk menjadi trader yang baik menurut saya pribadi antara lain:
a. Tidak mengandalkan keberuntungan: jelas salah besar kalau Forex disamakan dengan Gambling. Saat anda berpikir untuk bertaruh dalam Forex, siap-siaplah anda keluar dari permainan ini dan jangan berpikir untuk kembali.
b. Memiliki rencana trading: maksudnya adalah sebelum membuka posisi ada baiknya seorang trader mendalami faktor-faktor ekonomi, finansial bahkan sosio-politik yang dapat mempengaruhi kuat lemahnya nilai tukar sebuah currency. Fundamental sangat krusial menurut saya dalam jangka panjang.
c. Mampu menjaga emosi dengan baik: contohnya adalah saat sedang rugi jangan bernafsu untuk membalas saat itu juga untuk mencari untung, seorang trader yang besar mampu mengambil resiko kerugian yang tentunya dalam batas toleransi dan bila sudah untung jangan bernafsu untuk mengambil lebih banyak untung saat itu juga. Keserakahan justru dapat membawa kerugian yang tidak terduga dalam forex.
d. Manajemen keuangan yang baik: hal ini sangat ditekankan oleh Alexander Elder pengarang buku Trading for A Living. Para trader yang pandai dan cerdas sangat banyak namun trader yang paling sukses adalah yang melakukan manajemen keuangan secara baik
e. Memiliki diversifikasi penghasilan: mungkin ini masuk dalam manajemen keuangan, namun yang ditekankan disini adalah jangan jadikan Trading sebagai andalan penghasilan semata. dr. Alexander Elder walaupun seorang Forex Trader yang sukses adalah seorang psikiater dan memiliki praktek psikiatri dimana dia menjalankan pekerjaannya ini pada malam hari.
Bagaimana harus memulai? Sebetulnya untuk bermain valas anda tidak perlu menjadi trader koq, cukup datang ke money changer atau bank untuk beli atau jual mata uang yang kita inginkan dengan harapan kita akan memperoleh keuntungan. Tapi ada kelemahan dalam cara konvensional ini yang pertama sih jelas anda harus selalu nongkrong di money changernya atau bank kalau sewaktu-waktu harga berubah walau di beberapa bank sudah memiliki fasilitas internet bangking. Khusus untuk bank, biasanya sih selisih nilai jual dan beli (spread) dibikin cukup besar sehingga menghindari spekulasi, di money changer lebih masuk akal rasanya. Kedua ya main valas melalui bank atau money changer ya umumnya dilakukan dalam jangka menengah atau panjang dan kalau mau main jangka panjang ya modalnya harus kuat bener kalau gak buat apa main valas kalau misalkan sesudah lima bulan untungnya tidak maksimal itu juga kalau untung lho.
Trading yang dimaksud disini adalah FX Trading secara online. Kelemahan metoda ini antara lain perlu komputer, internet yang stabil, menjadi nasabah bank dengan layanan internet bangking dan forex broker yang likuiditasnya terjamin–namun rasa-rasanya ini sudah tidak dapat dianggap kelemahan lagi melainkan kewajiban. Kelebihannya ya semuanya cukup dilakukan dirumah bisa sambil jaga anak dan melakukan kegiatan lain, bisa ditinggal tidur atau kerja bagi yang kantoran jadi gak perlu ditongkrongin terus, dapat dilakukan untuk trading jangka pendek dan panjang, dan tentunya spread yang relatif rendah sehingga bisa spekulasi dan kalau untung uang dapat diproses secara cepat dalam hitungan 1×24 jam.
Dari penjabaran paragraf di atas maka langkah-langkah yang paling krusial untuk dapat bermain Forex adalah
1. Memiliki Komputer dan Internet yang murah meriah.
Komputer rasanya semua orang punya ya saat ini. Nah untuk internet saya sendiri pengguna layanan Fastnet Broadband Internet Cable dari First Media, sejauh ini lancar dan layanannya maknyuss tentu saja bayarnya jangan telat (ayo Marketing First Media berapa fee marketing saya nih untuk ikutan masarin)
Sayangnya First Media baru untuk Jakarta dan sekitarnya dan coverage areanya belum cukup luas juga. Jadi untuk pemilihan provider internet saya serahkan kepada para pembaca saja mana yang cocok dengan selera masing-masing.
2. Menjadi nasabah Bank yang memiliki layanan internet bangking
Udah banyak bank dalam negri yang memiliki layanan internet bangking tapi rasanya untuk layanan yang super instant dan paling banyak digunakan ya apalagi kalau bukan bank BCA. BCA dengan KlikBCA-nya rasanya menjadi pilihan para trader asal Indonesia saat ini untuk dapat bertransaksi valas.
Bank BCA dalam hal ini berfungsi untuk dapat bertransaksi dengan penjual atau pengecer E-Currency. Saya sendiri pembeli dan penjual E-currency untuk Liberty Reserve. Kalau harganya sesuai ayo kita bertransaksi.
3. Menjadi anggota sebuah Online Payment Company
Anda mungkin pernah mendengar tentang Paypal, Alertpay, E-Gold dan Liberty Reserve. Nah mereka itu contoh dari Online Payment Company dan E-Commerce. Tujuannya ya menggantikan sistem kertas atau cek yang fisik menjadi uang elektronik yang disebut E-currency. Memang kita sebagai manusia masih sulit percaya hal-hal seperti ini karena memang kalau mau jujur ya banyak yang menipu juga alias fraud. Karena itu dalam memilih online payment company ada baiknya kita mengetahui latar belakangnya, terdaftar dalam sebuah instutusi global yang berfungsi sebagai pengawas dan memang dipakai oleh banyak orang dalam bertransaksi walaupun tetap tidak dapat dijadikan jaminan.
Saya sendiri saat ini menggunakan Liberty Reserve karena memang broker tempat saya bermain Forex menerima Liberty Reserve sebagai salah satu Online Payment Companynya. Liberty Reserve tidak tanpa cacat, mereka banyak di serang oleh hacker. Tentu saja kita boleh khawatir kalau sampai-sampai uang kita hilang, karena itu jangan berlama-lama menaruh uang disana. Segera wiithdraw E-Currency anda kebank-bank dalam negri bila anda sudah merasa untung dengan cara yang akan saya jelasakan nanti.
4. Menjadi nasabah salah satu Forex Broker yang cocok dengan kriteria anda
Tentu saja kalau mau bermain valas secara online anda harus menjadi nasabah pada Broker yang memiliki Platform untuk online trading. Ada banyak forex company didunia ini tapi rasa-rasanya platform yang digunakan tidak terlalu banyak. Yang saya sering dengar ya Metatrader, saya sendiri belum pernah mencoba bermian dengan paltform tersebut cuma liat diforum-forum saja karena saat ini saya masih puas dengan FX Broker Marketiva dengan platform Streamsternya. Untuk pemula saya rasa Marketiva dapat menjadi pilihan yang baik. Hampir semua FX Broker memiliki Virtual Money untuk belajar trading sebelum terjun sungguhan. Marketiva memberikan $10000 untuk latihan (wah bayangkan kalau itu duit beneran :p).
Marketiva juga memberikan spread yang relatif kecil sehingga mudah untuk meraup keuntungan seandainya anda cuma ingin melakukan scalping atau istilah saya mengais-ngais recehen. Marketiva memiliki zero interest policy untuk semua posisi yang dilakukan, jadi Marketiva tidak mengambil untung dari profit maupun loss yang kita peroleh. Gimana gak enak tuh, biasanya kan kalau untung ya Brokernya minta dikit lah, yang kejam itu kalau kita loss pun tetap dimintain fee. Layanan Live Supportnya sejauh ini memuaskan. Streamster yang menjadi trading platform Marketiva pun bagi saya cukup user friendly. Di backup dengan berita-berita ekonomi dan finansial yang krusial atau yang akan segera keluar yang dapat langsung diakses dari dalam Streamsternya itu sendiri. Jadi gak perlu repot-repot cari-cari di website kaya Bloomberg atau dari situs resminya Federal Reserve Bank, European Central Bank dan Japan Central Bank.
Untuk kriteria-kriteria memilih FX Broker dan trading yang baik dapat dilihat pada link situs Forex Factory
Selamat Belajar dan yang paling penting ya mencoba. Kalau ada pertanyaan dan mau bergabung menjadi seorang trader silahkan add saya di YM dengan donaldessenst@yahoo.co.id
Best Regards,
Donald Essen




wew marketiva tempat bisnisnya ada di british virgin islands ya?..wah” regulasinya gimana aman ga tuh profesional ga dia?..kalo saya sih lebih prefer broker us yang udah teregistrasi NFA , CFTC tp anyway good luck bos!
nangro
December 19, 2008 at 12:32 pm
^^…ngomong-ngomong soal regulasi…saat ini siapa yang bisa menjamin suatu bank/perusahaan aman? liat aja tuh Lehman…apa bukan perusahaan bonafid tuh…di Amerika pula lagi…bangkrut juga…terus kasus Madoff yg telak-telak nipu orang…
ga ada yang bisa jamin…yang bisa kita lakukan adalah jangan serakah…kalau dah untung witdrawl ke bank anda…jangan ditaro semua dibroker.
kayak saya nih…duit ditaro dibroker…loss semua
iswahyudi
January 27, 2009 at 8:06 pm
Well done Donald,
thanks for the tip. all the best mate
MARIA H
February 25, 2009 at 10:28 pm
marketiva saya rasa cukup oke buat pemula, saya sendiri masih belajar disana. Tapi kalau sudah merasa mahir disarankan pindah ke Broker US yang sudah di Approve. Saya sendiri prever Oanda.com
Is
March 24, 2009 at 9:32 pm
Permisi….
Halo, buat para trader forex yg belom pernah WITHDRAW, mau trading cari selamat dan profit ? Our team mau bagi2 signal gratis. YM saya yuliekwan@yahoo.com atau http://www.kristinafx.com. My performance http://www.christinafx.com/performance.php
Thanks
085691117422
kristina
April 14, 2009 at 1:00 pm